Sunday, April 16, 2017
Thursday, December 29, 2016
SOFTSKILL - REVIEW JURNAL ILMIAH
ANDREAS KUKUH MULYADI
11114133
3KA18
|
JUDUL
|
SISTEM
PAKAR KERUSAKAN HARDWARE KOMPUTER DENGAN METODE FORWARD CHAINING
|
|
JURNAL
|
MOMENTUM
|
|
TAHUN TERBIT
|
Agustus
2016
|
|
VOLUME
|
18
|
|
PENULIS
|
Nency
Extise Putri
|
|
REVIEWER
|
Andreas
Kukuh Mulyadi. 11114133
|
|
TANGGAL
|
29
Desember 2016
|
|
ABSTRAK
|
Sistem
pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha meniru pengetahuan manusia
ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti layaknya para
pakar (expert). Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan
suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para pakar/ahli.
|
|
TUJUAN
PENELITIAN
|
Pembangunan
sistem pakar bertujuan sebagai sarana bantu untuk mempermudah user komputer
dalam memberikan solusi kerusakan computer pada hardware dengan cepat dan
tepat.
|
|
METODOLOGI
PENELITIAN
|
Adapaun
dalam pembuatan sistem pakar ini mengunakkan metode antara lain Penelitian
Kepustakaan, Penelitian Lapangan, Penelitian Laboratorium dan System
Development Life Cycle.
|
|
IDENTIFIKASI KERUSAKAN HARDWARE PADA
KOMPUTER
|
Langkah
pertama dalam mengembangkan aplikasi adalah mengidentifikasikan masalah yang
akan dikaji.
|
|
METODE FORWARD
CHAINING
|
Forward
Chaining adalah metode pelacakan yang diawali dengan informasi atau fakta dan
proses mencocokkan dengan kaidah berlanjut terus hingga menemukan kesimpulan.
|
|
HASIL
PENELITIAN
|
Hasil
penelitian ini dengan metode Forward Chaining dibuat sebuah aplikasi berbasis
web yang dapat melayani user yang ingin mengidentifikasi masalah yang
terdapat dengan hardware komputernya dan dapat menerima solusi sehingga
masalah yang dihadapi user bias teratasi.
|
|
KESIMPULAN
|
Dengan
Menggunakan Aplikasi Sistem Pakar Dengan Metode Forward Chainning user dapat
mengethaui dengan cepat kerusakan komputernya, sistem pakar ini menghasilkan
ringkasan kerukasakan, gejala dan solusi sehing memudahkan user untuk
mengatasi masalah yang terjadi.
|
|
KOMENTAR
|
Dengan
mengunakkan Metode Forward Chaining sistem pakar ini dapat dengan mudah
menganalisis informasi yang didapatkan saat proses identifikasi kerusakan
pada hardware dan terus diproses dengan kaidah berlanjut hingga kesimpulan
dapat ditemukan dan solusi dapat diberikan kepada user dengan waktu yang
relative singkat dan akurat.
|
|
OPINI
KELEMAHAN
|
Karena
tidak adanya intervensi dari orang yang ahli saat identifikasi kerusakan dan
proses pengambilan keputusan. Kesalahan bias saja terjadi saat melakukan
identifikasi kesalahan yang dapat berujung dengan kesalahan pada pengambilan
kesimpulan. Dengan kesimpulan yang salah, userlah yang dirugikan karena gagal
mendapatkan solusi bahkan kerusakan bertambah parah saat melakukan perbaikan
dengan solusi yang salah.
|
SUMBER
Friday, November 4, 2016
Sistem Cerdas - Pengantar Teknologi Sistem Cerdas
Andreas Kukuh Mulyadi
11114133
3KA18
Pengertian Sistem
Cerdas
Sistem cerdas adalah
sistem yang dapat mengadopsi sebagaian kecil dari tingkat kecerdasan manusia
untuk berinteraksi dengan keadaan eksternal suatu sistem. Sebagian kecil dari
tingkat kecerdasan itu antara lain: kemampuan untuk dilatih, mengingat kembali
kondisi yang pernah dialami, mengolah data-data untuk memberikan aksi yang
tepat sesuai yang telah diajarkan, dan kemampuan menyerap kepakaran seorang
ahli melalui perintah yang dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.
Sub-bab berikut membahas secara singkat tiga buah sistem cerdas yang dimaksud.
Sejarah Singkat Sistem
Cerdas
Di awal abad 20,
seorang penemu Spanyol yang bernama Torres Y Quevedo, membuat sebuah mesin yang
dapat mengskakmat raja laannya dengan sebuah raja dan ratu.
Perkembangan secara
sistematis kemudian dimulai ditemukannya komputer digital.
- Pada tahun 1950-an Alan Turing seorang matematikawan dari Inggris. Pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bias tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas(dikenal dengan Turing Test) seolah-olah mesin mampu merespon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan.
- Istilah kecerdasan buatan dimunculkan pertama kali pada tahun 1956 ketika John Mc Cathy dari Massachusets Institute of Technology (MIT) menciptakan bahasa pemrograman LISP
- Loghic Theorist (1956), diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
- Mesin Neural Network pertama oleh Marvin Minsky (1958)
- Sad Sam, deprogram oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapn.
- Muncul logika samar (1965) yang merupakan pelaksanaan konsep samar di atas system komputer. Logika samar mengukur ketidaktepatan dengan cara yang tepat, seperti yang diperlukan mesin.
- ELIZA (1967), diprogram oleh Joseph Weizenbaum, yang mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.
- Program Microworld dengan penciptaan proyek SHRDLU (1968) merupakan Expert System yang pertama.
- Pada tahun 1972 bahasa Prolog dimunculkan.
Contoh Penggunaan
Sistem Cerdas
- Smart Card
Kartu yang sering
digunakan masyarakat ini termasuk juga dalam Sistem cerdas, karna membantu
interaksi antar pengguna dengan perusahaan pelayanan, karna smart card ini
adalah sebuah kartu yang telah dipendam Sirkuit Terpadu. Meskipun banyak
kegunaannnya, namun ada dua pembagian dasar dari kartu ini, yaitu kartu memori
dan kartu dengan Mikroprosesor.
Contoh kegunaan kartu
ini yang paling banyak adalah untuk sistem pembayaran elektronik dan dalam
Kartu SIM
Sangat banyak yang
dapat di jadikan Contoh sistem cerdas, Teknologi yang menyerupai kegiatan
makhluk hidup dapat dikatan sistem cerdas atau teknologi yang dapat mempermudah
aktivitas manusia juga bisa dikatakan sistem cerdas.
- JabberWacky
Jabberwacky adalah
chatterbot yang dibuat oleh programmer Inggris Rollo Carpenter. Bertujuan untuk
"mensimulasikan chatting alami manusia dalam cara yang menarik, menghibur
dan lucu". Ini merupakan upaya awal untuk menciptakan sebuah kecerdasan
buatan melalui interaksi manusia.
Niat utamanya adalah
bahwa program pindah dari sistem berbasis teks untuk seluruhnya dioperasikan
dengan suara-belajar langsung dari suara dan input sensorik lainnya. Penciptanya
percaya bahwa itu dapat dimasukkan ke dalam benda-benda di sekitar rumah
seperti robot atau hewan peliharaan berbicara,
Refrensi
Saturday, November 21, 2015
PENGERTIAN SISTEM APPLICATION PRODUCT (SAP)
Andreas Mulyadi
11114133
2KA18
Tulisan Minggu 10
11114133
2KA18
Tulisan Minggu 10
1.
Pengertian SAP
SAP (System Application
and Product in data processing ) adalah suatu software yang dikembangkan untuk
mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara
lebih efisien dan efektif. SAP merupakan software Enterprise Resources Planning
(ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan
merencanakan dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
SAP terdiri dari
sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang
perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan
satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara
terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya.
2.
Fungsi SAP
SAP secara umum terdiri
dari 3 fungsi:
·
Functional, ini berhubungan dengan
fungsi si ERP, biasanya orang dengan latar belakang keuangan (untuk modul
FICO), orang berlatar belakarng HRD (untuk modul HR), ataupun orang teknik
(untuk modul PP, PM) atau bahkan orang diluar bidang ilmu terkait bisa menjadi
functional. Functional berhubungan dengan design business process dari si ERP.
Persoalan design ini penting, karena proses pembelian barang pada pabrik Mobil
dengan pabrik Motor tentunya memiliki flow yang berbeda.
·
ABAPER, dengan nama lain programmer, ini
pastinya diisi oleh orang-orang berlatar belakang programming. ABAPER bertugas
membuat report / customi akan sistem SAP. ABAP merupakan bahasa pemrograman
sendiri yang dibuat oleh SAP.
·
Basis, Basis mudahnya adalah system
administrator. Basis ini lah yang membuat user, membuat roles & profiles,
mengatur security parameter, mengatur scheduling, set up system dan pekerjaan
admin lainnya.
3.
Keuntungan dan Kekurangan SAP
SAP memiliki beberapa
keuntungan di antara nya adalah :
·
SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi
yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu
perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya.
Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang
satu dengan lainnya.
·
SAP punya Netweaver platform, yg
mensupport development dan software logistik
· SAP punya ABAP, business programming
language yg mempermudah developer utk implementasi business logic
· Menerapkan balance score card. Membuat
integrative process chain dari company sampai lebih 3 tingkat ke hulu supplier
dan lebih 3 tingkat ke hilir distributor. Membuat laporan keuangan konsolidasi
dengan multi accounting system, multi currency dan multi-2 lainnya
·
Mendukung integrasi proses bisnis
perusahaan-perusahaan besar.
· Semua informasi yang tersimpan didalam
SAP dapat diakses oleh bagian organisasi yang membutuhkan pada saat dibutuhkan.
Kekuranga SAP
diantaranya :
·
Scope integrasi,
·
Harga license tiap user SAP yang
relative mahal,
·
Biaya consultan yang lumayan mahal
· Kelengkapan data entry dan batas
waktunya yang menuntut kedisiplinan usernya. Dimana dalam mengimplementasikan
SAP, perusahaan harus menyediakan SDM yang sebagai user dan penanggung jawab
atas Change Management Process.
Referensi :
SEJARAH PENGAMEN
Andreas Mulyadi
11114133
2KA18
Tulisan Minggu 9
11114133
2KA18
Tulisan Minggu 9
Pengamen atau sering
disebut pula sebagai penyanyi jalanan, sementara musik-musik yang dimainkan
umumnya disebut sebagai Musik Jalanan. Pengertian antara musik jalanan dengan
penyanyi jalanan secara terminologi tidaklah sederhana, karena musik jalanan
dan penyanyi jalanan masing-masing mempunyai disiplin dan pengertian yang
spesifik bahkan dapat dikatakan suatu bentuk dari sebuah warna musik yang
berkembang di dunia kesenian.
Perkembangan pengamen
telah ada sejak abad pertengahan terutama di Eropa bahkan di kota lama London
terdapat jalan bersejarah bagi pengamen yang berada di Islington, London, pada
saat itu musik di Eropa berkembang sejalan dengan penyebaran musik keagamaan
yang kemudian dalam perkembangannya beberapa pengamen merupakan sebagai
salah-satu landasan kebudayaan yang berpengaruh dalam kehidupan umat manusia.
Di Indonesia budaya
ngamen sudah ada sejak sekitar abad
ketiga belas, saat kejayaan Kediri atau Kahuripan. Saat itu sudah dikenal rombongan
kesenian musik yang berjalan dari satu tempat ke tempat lain, dan menghibur
lewat syair atau pantun yang berisi dongeng Panji. Mereka akrab disebut sebagai
Dalang Kentrung. Keberadaan mereka terkadang berarti sakral bagi masyarakat
yang dilewatinya, karena apa yang mereka lantunkan tidak sekedar hiburan,
tetapi terkadang merupakan nasehat, isyarat bahkan ramalan masa depan dari
situasi.
Namun dalam
perkembangan jaman yang semakin kompleks, budaya ngamen ini juga ikut
berkembang menjadi salah satu peluang untuk mencari nafkah dari sementara
orang. Seperti banyaknya pengamen yang saat ini terlihat di sekeliling kita,
sebernarnya juga menyimpan bermacam-macam motif. Ada yang melakukannya untuk
mencari identitas, ada yang melakukan karena iseng, ada pula yang jadi pengamen
karena memang harus mengejar nafkah.
Kebanyakan para
pengamen atau penyanyi jalanan ini selalu tampil sebagai dirinya sendiri.
Hingga tak jarang lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi versi lain yang tak
kalah menarik dari komposisi versi aslinya. Contohnya lagu-lagu popular dari
kelompok Koes Ploes misalnya, hampir setiap pengamen pernah membawakannya.
Namun sulit mencari yang membawakan dalam bentuk yang sama. Hampir semua
mempunyai versi atau gaya berbeda dalam membawakannya.
Bila keberadaan para
pengamen ini bisa mendapatkan arahan secara edukasi yang tepat dan
berkesinambungan, bukan tidak mungkin dunia ngamen ini akan menjadi semacam
lahan mentah dari pencarian bentuk-bentuk musik pop Indonesia, yang kian hari
terasa semakin canggih dibidang skill atau keterampilan teori, namun semakin
tipis dalam karakter, terutama bila menyentuh akar tradisi dan budaya yang
semestinya menjadi ujung tombak untuk dikembangkan secara lebih luas ke dunia
musik internasional sebagai aset bangsa dan negara.
Referensi
BUDAYA, KREATIVITAS, DAN INOVASI
Andreas K. Mulyadi
11114133
2KA18
TOU Minggu 9
11114133
2KA18
TOU Minggu 9
1.
Pengertian dan Fungsi Budaya Organisasi
Menurut Edgar H.
Schein, pengertian budaya organisasi adalah suatu pola dari asumsi-asumsi dasar
yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu,
dengan maksud agar organisasi elajar mengatasi dan menganggulangi
masalah-masalah yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal
yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada
anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan
merasakan berkanaan dengan masalah-masalah tersebut.
Fungsi budaya pada
umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi,
karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa
fungsi budaya, yaitu :
·
Sebagai identitas dan citra suatu
masyarakat
·
Sebagai pengikat suatu masyarakat
·
Sebagai sumber
·
Sebagai kekuatan penggerak
·
Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai
tambahan
·
Sebagai pola perilaku
·
Sebagai warisan
·
Sebagai pengganti formalisasi
·
Sebagai mekanisme adaptasi terhadap
perubahan
·
Sebagai proses yang menjadikan bangsa
kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state
2.
Tipologi Budaya Organisasi
Pengertian Tipologi
merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata
kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3). Tipologi budaya organisasi bertujuan
untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas,
Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya
dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis
kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi. Jenis
kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
·
Organisasi Koersif adalah organisasi di
mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
·
Organisasi Utilitarian adalah organisasi
di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai
dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota
organisasi
·
Organisasi Normatif adalah organisasi di
mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen
karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.
3.
Kreativitas Individu, Team dan Proses
Inovasi
Kreativitas dengan
inovasi itu berbeda. Kreativitas
merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru, sedangkan
inovasi adalah melakukan sesuatu yang baru. Hubungan keduanya
jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan kata lain, kreativitas bisa merupakan
variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas. Dalam praktek
bisnis sehari-hari, ada perencanaan yang meliputi strategi,
taktik, dan eksekusi. Dalam
pitching konsultansi atau agency,
sering terdengar keluhan bahwa secara konseptual apa yang disodorkan agency bagus, tetapi strategi itu
tak berdampak pada perusahaan
karena mandek di tingkat
eksekusi. Mengapa? Sebab,
strategi bisa ditentukan oleh seseorang, tetapi
eksekusinya harus melibatkan
banyak orang, mulai dari atasan
hingga bawahan. Di sinilah mulai ada gesekan antarkaryawan, beda
persepsi hingga ke sikap penentangan.
Itu sebabnya, tak ada
perusahaan yang mampu berinovasi secara
konsisten tanpa dukungan karyawan yang bisa memenuhi
tuntutan persaingan. Hasil pengamatan kami menunjukkan,
perusahaan-perusahaan inovator sangat
memperhatikan masalah pelatihan karyawan, pemberdayaan, dan juga sistem
reward untuk meng-create daya pegas inovasi.
Benih-benih inovasi akan tumbuh baik
pada perusahaan-perusahaan yang selalu menstimulasi karyawan, dan
mendorong ke arah ide-ide bagus. Melalui
program pelatihan, sistem reward, dan komunikasi, perusahaan terus berusaha
untuk mendemokratisasikan inovasi.
Referensi
Saturday, November 14, 2015
PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS SISTEM INFORMASI
Andreas Mulyadi
11114133
2KA18
TULISAN MINGGU 8
11114133
2KA18
TULISAN MINGGU 8
1.
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Sistem Informasi (SI)
adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan
teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat
luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi
antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini,
istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi
teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang
berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
2.
JENIS-JENIS SISTEM INFORMASI
A.
Transaction Processing Systems (TPS)
Transaction Processing
Systems adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk
memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti
daftar gaji dan inventarisasi. Contoh: cek gaji karyawan, formulir pajak, dan
rekening keuangan.
B.
Office Automation System (OAS)
OAS mendukung pekerja
data yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya
menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikn data atau
memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara
keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Contoh:
Komunikasi melalui voice mail, email, dan video conferencing
C.
Sistem Informasi Management (SIM)
SIM menghasilkan
informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membantu
menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi. Contoh:
Basis Data.
D.
Decision Support Systems (DSS)
Merupakan interaktif
sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan
database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end
user. Contoh: Program kertas kerja elektronik memudahkam manajerial end user
menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.
E.
Expert Systems / Sistem Ahli (ES)
ES menggunakan pendekatan-pendekatan
pemikiran AI (Kecerdasan Buatan) untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya
lewat pengguna bisnis. Contoh: XSEL;
sistem pakar yang bertindak sebagai asisten penjual di agen penjualan
komputer DEC, yang membantu pelanggan memilih komputer yang sesuai dengan
kebutuhannya.
F.
Executive Support System (ESS)
Membantu eksekutif
mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan
grafik-grafik dan pendukung komunikasi ditempat-tempat yang biasa diakses
seperti kantor.
Refrensi:
Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan
Sistem Informasi. Yogyakarta : Penerbit Andi
.
Subscribe to:
Posts (Atom)