Thursday, November 2, 2017

Review Audit Command Language

Review Audit Command Language
gundar-logo1
Disusun oleh :
Aldo Fernanda Tahar              (10114760)
Andreas Kukuh Mulyadi         (11114133)
Hoky Kurniady                        (15114012)
Heribertus Oscar Gesi              (14114943)
Romi Sanubari                         (19114794)

4KA18
Dosen : Budi Setiawan


Universitas Gunadarma
2017/2018

Daftara isi:

Cover 1
Daftar Isi 2
  1. Pengertian Audit 3
  2. Pengertian Teknologi 3
  3. Pemahaman Audit Command Language 3
    1. Sejarah Audit Command Language 3
    2. Prolog Audit Command Language 4
    3. Tahapan Siklus Audit Command Language 4
    4. Review Audit Command Language 5
    5. Fitur dan Keamanan ACL Software Tools 5
    6. Manfaat Menggunakan ACL Software Tools 6
  4. Demo Audit Command Language 7
  5. Daftar Pustaka 12









  1. Pengertian Audit
Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

  1. Pengertian Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan, dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat, dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat, dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.

  1. Pemahaman Audit Command Language
    1. Sejarah Audit Command Language

ACL (Audit Command Language) adalah salah satu jenis audit software yang termasuk dalam kategori Genaralized Audit Software (GAS). Seperti halnya aplikasi GAS yang lainnya, ACL hanya dapat digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti yang dihasilkan dari pemrosesan transaksi perusahaan sehingga ACL lebih cenderung digunakan untuk menilai post transactions daripada current transaction. Setelah mengulang apa itu ACL sekarang kita belajar tentang bagaiana sejarah dari ACL ini.

Adalah Prof Hart J. Will yang mengembangkan aplikasi ACL ini. Dikembangkannya ACL ini dimulai pada tahun 1970-an. Hart tidak sendiri mengembangkan aplikasi ini. Dia mengembangkan ACL ini melalui perusahaan yang bernama ACL Services Ltd yang ada di Kanada. Perusahaan ini sebenarnya khusus membuat aplikasi-aplikasi komputer. Sehingga kegiatan utamanya adalah membuat dan menjual aplikasi analisis data, aplikasi tata kelola, aplikasi manajemen resiko dan aplikasi kepatuhan.




Nama lengkapnya adalah Harmut (Hart) J. Will. Beliau adalah seorang Profesor Emeritus Akuntansi, Auditing dan Sistem Informasi manajemen di Sekolah Administrasi Publik di Victoria. Penemuan dia bernama ACL ini disebut-sebut sebagai evolusi pendekatan audit audit.

Awal mula Hart mengembangkan ACL dimulai pada tahun 1960 ketika dia berada di Berlin yang sedang menyelesaikan teisnya. ACL yang dia kembangkan itu selesai pada tahun 1968 ketika dia berada di Illinois. Awal mula sistem yang dia buat adalah kerangka Manajemen Sistem Informasi yang isinya adalah Bank Data dan Bank Model. Selanjutnya dikembangkan sedemikian rupa sehingga jadilah aplikasi audit yang bernama ACL.

    1. Prolog Audit Command Language

ACL adalah sebuah software yang dirancang secara khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/ nontechnical users)  maupun pengguna ahli (expert users).

Manfaat ACL antara lain:

  1. Bagi auditor: Penggunaan ACL akan membantu mereka dalam melaksanakan tugas audit secara lebih terfokus, cepat, efisien, efektif, dan murah dengan lingkup yang lebih luas dan analisis mendalam. Indikasi penyimpangan dapat dilakukan dengan cepat, akurat, dan dengan beraneka ragam analisis menggunakan ACL sehingga auditor dapat menemukan lebih banyak penyimpangandan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan pembuktian.

  1. Untuk manajemen termasuk profesi akunting dan keuangan: ACL dapat membantu mereka dalam menganalisis data dan informasi perusahaan, pengujian pengendalian yang telah ada. Dan pembuatan laporan manajemen secara cepat dan fleksibel

  1. Untuk Sumber Daya Manusia/Pemeriksa, IT, dan lainnya: Dapat melakukan sistem pelaporan yang sesuai dengan keinginan atau laporan yang diinginkan (independensi). Dengan akurasi dan kualitas data yang sangat bagus sehingga data pelaporan dapat dipercaya. Proses pembuatan rekapitulasi dengan sangat cepat.





    1. Tahapan Siklus Audit Command Language

Terdapat 5 siklus data pada Audit Command Language:
•         Perencanaan
Rencanakan pekerjaan anda sebelum memulai sebuah project. Dengan merumuskan jelas tujuanya sebelum mulai analisis, dengan mengembangkan strategi dan waktu serta sumber daya.
•         Akses Data
Langkah berikutnya adalah mengakses data yang digariskan dalam rencana strategis. Dengan mencari, meminta, dan mentransfer data sebelumnya untuk membacanya dengan ACL.
•         Integritas data Verifikasi Data
Setelah menerima data, maka diperlukan untuk menguji integritas. Jika anda memulai project anda tanpa harus diverifikasi terlebih dahulu data yang integritas, ada kemungkinan tidak lengkap atau tidak benar.
•         Analisis Data
Dalam analisis tahap melakukan tes yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Anda mungkin akan menggunakan kombinasi perintah, filter, dan hitungan dalam analisis Anda.
•         Pelaporan Hasil
Tergantung pada proyek tersebut, Anda mungkin perlu membuat laporan dari yang dihasilkan. ACL dapat membuat berbagai jenis laporan, termasuk multiline, detail, dan ringkasan laporan

    1. Review Audit Command Language

Audit berbantuan komputer dengan menggunakan software Audit Command Language dimulai dari pendefinisian berbagai macam tipe data yang dapat dibaca oleh software ACL, analisa laporan keuangan perusahaan dimulai dari Neraca  beserta Rugi Laba ditelusuri ke Buku Besar dengan menggunakan fungsi yang terdapat pada software ACL, yaitu:  Verification, Count, Total, Age, Search, Sort, Index, Statistic, Profile, Summarize, Stratification, Sample, Export, Import, Extract, Relation, Joint, Merge, pembuatan laporan yang dihasilkan dari fungsi yang ada di software ACl, serta dilengkapi dengan pembuatan batch (meliputi tahapan pemeriksaan laporan keuangan yang dirangkum menjadi satu program.

    1. Fitur dan Kemampuan ACL Software Tools

  1. Universal Data Access, yaitu dapat mengakses data dari hampir semua jenis database yang ada (DBF, XLS, Text File, report file, Oracle, SQL, DB2, AS/400 FDF, COBOL, dsb) dan semua platform(PC, minicomputer, dan mainframe).
  2. Jumlah Data Besar, yaitu kemampuan dalam mengakses dan memproses data dalam jumlah yang sangat besar (hingga ratusan juta record).
  3. Kecepatan Waktu Proses, kemampuannya untuk memproses dalam waktu yang singkat walaupun data yang diproses dalam jumlah yang besar.
  4. Integritas Data, dengan kemampuan mengakses database 100% (tanpa metode sampling) serta data yang bersifat Read Only yang dapat menjamin orisinalitas, keamanan dan integritas data untuk pengolahan menjadi informasi yang bermanfaat bagi user dan manajemen.
  5. Automasi, pembuatan aplikasi audit yang sangat cepat dan mudah untuk melakukan automasi analisis data untuk efisiensi proses kerja.
  6. Multi File Process, dapat digunakan untuk menangani beberapa file sekaligus, tanpa mengganggu operasional teknologi informasi yang dijalankan oleh perusahaan.
  7. Log File Navigation, dilengkapi dengan log file untuk pencatatan proses analisis yang telah dilakukan sehingga menghasilkan suatu audit trail yang komprehensif.
  8. Fungsi Analisis yang Lengkap, dilengkapi fungsi-fungsi analisis yang sangat lengkap yang dapat dengan mudah dikombinasikan. Dalam menghasilkan temuan-temuan yang tidak pernah terkirakan sebelumnya.
  9. Pelaporan yang Handal. Kemudahan untuk merancang laporan yang handal sarat informasi yang bermanfaat. Serta dapat dikirimkan secara otomatis via email atau integrasi ke dalam softwareaplikasi Crystal Report.
  10. IT Audit, kemudahan dalam menguji integritas data dan menganalisis data yang ada di dalamdatabase. Ataupun menganalisis user-user yang telah masuk ke dalam suatu jaringan/network.

    1. Manfaat menggunakan ACL Software Tools

    1. Dapat membantu dalam mengAkses data baik langsung (Direct) kedalam system jaringan ataupun  tidak langsung (InDirect). Melalui media lain seperti softcopy dalam bentuk teks file/report.
    2. Menempatkan kesalahan dan potensial fraud sebagai pembanding dan menganalisa file-filemenurut aturan-aturan yang ada.
    3. Mengidentifikasi kecenderungan/gejala-gejala, dapat juga menunjukan dengan tepat/sasaran pengecualian data dan menyoroti potensial area yang menjadi perhatian.
    4. Untuk Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar.
    5. Mengidentifikasi persoalan sistem pengawasan dan memastikan terpenuhinya permohonan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
    6. Aging dan menganalisa Account Receivable/Payable atau beberapa transaksi lain dengan menggunakan basis waktu yang sensitif.
    7. Memulihkan biaya atau pendapatan yang hilang dengan pengujian data pada data-data duplikasi pembayaran. Menguji data-data nomor Invoice/Faktur yang hilang atau pelayanan yang tidak tertagih.
    8. Menguji terhadap hubungan antara authorisasi karyawan dengan supplier.
    9. Melakukan proses Data Cleansing dan Data Matching atau pembersihan data dari data-data duplikasi terutama dari kesalahan pengetikan oleh End-User.
    10. Dapat melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaaan dengan lebih fokus, cepat, efisien, dan efektif dengan lingkup yang lebih luas. Dan analisa lebih mendalam. Mengidentifikasi penyimpangan (Fraud Detection) dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga memiliki waktu lebih banyak alam menganalisa data dan pembuktian.

  1. Demo Audit Command Language
Tampilan awal software audit command language.
Untuk membuat project, open file > new > project
Setelah memberikan nama project,kemudian klik save maka akan muncul form dibawah ini.
Klik next, kemudian muncul data definition wizard – select data source
Klik cancel, lalu pilih yes


Kemdian klik file > new > table, maka akan muncul lagi wizard berikut
Setelah klik next maka muncul lagi form berikut.
Klik next lalu pilih file untuk di buka ke aplikasi acl
Setelah file dipilih, akan muncul form berikut. Lalu pilih ASCII
Setelah klik next, maka muncul form berikut. Lalu pilih excel file
Setelah klik next, maka muncul form berikut.

Setelah klik next, maa mucul form berikut. dan berikan nama pada daa file.
Kemudian muncul value dan definition pada file yg di buat.
Pilih ok.
Maka data berhasil diimport. Data yang sudah diimport dapat dianalisis dan dilaporkan kepada pengguna baik yang ahli maupun pengguna biasa.



Daftar Kerja :

Aldo Fernanda Tahar:
Sejarah Audit Command Language
Prolog Audit Command Language

Andreas Kukuh Mulyadi:
Demo Audit Command Language
Review software Audit Command Languagr

Hoky Kurniady:
Pengertian audit
Pengertian teknologi

Heribertus Oscar Gesi:
Tahapan Siklus Audit Command Language
Review Audit Command Language

Romi Sanubari:
Fitur dan Kemampuan ACL Software Tools
Manfaat menggunakan ACL Software Tools




Daftar Pustaka



Tuesday, October 3, 2017

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI


ANDREAS KUKUH MULYADI
11114133
4KA18




1.      Pengertian

            Audit teknologi informasi atau IT (information technology) audit atau juga dikenal sebagai audit sistem informasi (information system audit) merupakan aktivitas pengujian terhadap pengendalian dari kelompok-kelompok unit infrastruktur dari sebuah sistem/teknologi informasi. Pengujian/evaluasi terhadap kelompok-kelompok unit infrastruktur tersebut dapat dilakukan atas audit keuangan, audit internal maupun obyek-obyek lain yang terkait dengan pengembangan/pembangunan sebuah sistem informasi.
            Sebelumnya IT audit dikenal sebagai EDP (electronic data processing) audit atau audit pengolahan data secara elektronik. Saat itu pengujian lebih menitikberatkan pada pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti pengembangan, penerapan serta operasional sistem informasi.  Audit TI (teknologi informasi) pun dikenal sebagai ADP (automated data processing) audit dan computer audit.

2.      Sejarah singkat Audit IT
Audit IT yang pada awalnya lebih dikenal sebagai EDP Audit (Electronic Data Processing) telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan Audit IT ini didorong oleh kemajuan teknologi dalam sistem keuangan, meningkatnya kebutuhan akan kontrol IT, dan pengaruh dari komputer itu sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugas penting. Pemanfaatan teknologi komputer ke dalam sistem keuangan telah mengubah cara kerja sistem keuangan, yaitu dalam penyimpanan data, pengambilan kembali data, dan pengendalian. Sistem keuangan pertama yang menggunakan teknologi komputer muncul pertama kali tahun 1954. Selama periode 1954 sampai dengan 1960-an profesi audit masih menggunakan komputer. Pada pertengahan 1960-an terjadi perubahan pada mesin komputer, dari mainframe menjadi komputer yang lebih kecil dan murah.
Pada tahun 1968, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ikut mendukung pengembangan EDP auditing. Sekitar periode ini pula para auditor bersama-sama mendirikan Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA). Tujuan lembaga ini adalah untuk membuat suatu tuntunan, prosedur, dan standar bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). Tahun 1994, EDPAA mengubah namanya menjadi Information System Audit (ISACA). Selama periode akhir 1960-an sampai saat ini teknologi TI telah berubah dengan cepat dari mikrokomputer dan jaringan ke internet. Pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut ikut pula menentukan perubahan pada audit IT.

3.      Jenis Audit Sistem Informasi

Pendekatan Umum pada Audit Sistem Informasi terbagi menjadi tiga tahap yaitu
·         Kaji ulang awal dan evaluasi wilayah yang akan diaudit dan persiapan rencana audit
·         Kaji ulang dan evaluasi pengendalian yang terperinci
·         Pengujian kelayakan dan diikuti dengan analisis dan pelaporan hasil

Audit Aplikasi Sistem Informasi
Audit aplikasi biasanya meliputi  pengkajian ulang pengendalian yang ada di setiap wilayah pengendalian aplikasi(input, pemrosesan, dan output). Teknologi khusus yang digunakan akan tergantung pada kecerdasan dan sumber daya yang dimiliki auditor.

Audit Pengembangan Sistem Aplikasi
Diarahkan pada aktivitas analisis sistem dan programmer yang mengembangkan dan memodifikasi program- program aplikasi, file dan prosedur – prosedur yang terkait.

Audit Pusat Layanan Komputer
Audit terhadap pusat layanan komputer normalnya dilakukan sebelum audit aplikasi untuk memastikan integritas secara umum atas lingkungan yang di dalamnya aplikasi akan berfungsi.


4.      Alasan dilakukannya Audit IT
Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain :
·         Kerugian akibat kehilangan data.
·         Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
·         Resiko kebocoran data.
·         Penyalahgunaan komputer.
·         Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
·         Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.


5.      Manfaat Audit IT

Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
·         Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
·         Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
·         Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.

Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)
·         Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
·         Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
·         Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
·         Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
·         Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
·         Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA