Saturday, October 10, 2015

Penggunaan IT dalam Pemerintahan

Tulisan Tou Minggu 3
Andreas Mulyadi
11114133
2KA18

Hampir setiap perkantoran maupun instansi pemerintah telah menggunakan komputer. Penggunaannya mulai dari sekedar untuk mengolah data administrasi tata usaha, pelayanan masyarakat (public services), pengolahan dan dokumentasi data penduduk, perencanaan, statistika, pengambilan keputusan, dan lain-lain.

E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government). Bahkan saat ini dengan adanya e-government, komputer memiliki peran yang sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi berbagai kebijakan, melakukan pemberdayaan masyarakat, termasuk kerjasama antar pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis, memperkenalkan potensi wilayah dan parawisata, dan sebagainya.

Kelebihan E-Government
·         Memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan industri) terutama dalam hal kinerja efektivitas dan efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara
·         Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan konsep Good Governance di pemerintahan (bebas KKN)
·         Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari
·         Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan
·         Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan trend yang ada
·         Memberdayakan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis

Kekurangan E-Government
·         Kelemahan utama tentang e-government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses publik untuk keandalan, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari kelompok pemerintah yang dapat mempengaruhi dan bias opini public
·         Kurangnya ketersediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
·         Kurangnya interaksi atau komunikasi antara admin (pemerintah) dengan masyarakat, karena e- government dibuat untuk saling berinteraksi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan
·         Pelayanan yang diberikan situs pemerintah belum ditunjang oleh system manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan,prosedur dan keterbataasan SDM sangat membatasi penetrasi komputerisasi k dalam system pemerintahan
·         Inisiatif merupakan upaya instansi secara sendiri-sendiri, dengan demikian sejumlah faktor seperti standardisasi, keamanan informasi, otentikasi, dan berbagai alikasi dasar yang memungkinkkan interoperabilitas antar situs secara andal, aman, dan terpercaya kurang mendapat perhatian

Menurut saya untuk mengoptimalisasikan program E-Government ini. Diperlukan Infrastruktur Telekomunikasi, terutama akses internet yang lebih baik dan lebih murah bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat mengakses dan turut ikut serta dalam mensukseskan program-program yang ditawarkan pemerintah.
Refernsi           :


Sunday, October 4, 2015

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi

TOU Minggu 3
Andreas Mulyadi
11114133
2KA18
1.      Ciri-ciri organisasi
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi bisa disebut juga sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

2.      Unsur-Unsur Organisasi
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:

-Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
-Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
-Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

3.      Teori Organisasi
            Teori Organisasi adalah teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi organisasi tersebut. Selain itu, dipelajari bagaimana sebuah organisasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang didalamnya maupun lingkungan kerja organisasi tersebut.

Teori Organisasi Klasik
            Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama.
            Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
·         Teori Birokrasi
·         Teori Administrasi
·         Teori Manajemen Ilmiah

Teori Organisasi Neoklasik
            Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.

Teori Organisasi Modern
            Teori modern ditandai  dengan  ahirnya  gerakan contingency yang dipelopori Herbert Simon, yang  menyatakan  bahwa teori organisasi  perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan  bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan  prinsip yang saling bersaing. Kemudian Katz dan  Robert Kahn dalam  bukunya “the social psychology of organization” mengenalkan perspektif  organisasi sebagai  suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan  keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya,  dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan

Referensi:
Widyatmini, Pengantar Organisasi dan Metode, Penerbit Gunadarma, Jakarta

https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

Saturday, October 3, 2015

Hubungan Organisasi, Tata Kerja, Dan Manajemen

Tugas TOU Minggu 2
Andreas Mulyadi
11114133
2KA18


1.      Manajemen dan Tata Kerja
          Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama di satu pihak dengan tujuan pihak lain.

            Tata Kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Tata Kerja adalah merupakan sejenis suatu system yang tersturktur dengan rapih dan baik serta sempurna untuk mendapatkan hasil yang sempurna dan sesuai seperti apa yang diinginnkan oleh perancang atau kelompok yang bersangkutan. Yang dimana artinya bahwa tata kerja juga dapat diartikan aturan,langkah-langkah,atau proses dalam melakukan sesuatu.

2.      Hubungan Organisasi, Manajemen dan Tata Kerja

Hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah       :
·         Organisasi       : Sebagai alat bantu pencapaian tujuan dan alat bagi pengelompokkan kerjasama
·         Manajemen      : Sebagai proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia
·         Tata Kerja       : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien          



Referensi         :
1.      Widyatmini, Pengantar Organisasi dan Metode, Penerbit Gunadarma, Jakarta

Kecerdasan Buatan Dalam Dunia Bisnis

Tulisan TOU Minggu 2
Andreas Mulyadi
11114133
2KA18

1.      Pengertian Kecerdasan Buatan
Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial, didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

2.      Manfaat Kecerdasan Buatan dalam Bidang Bisnis
Pada mulanya, sistem komputer hanyalah digunakan sebagai alat bantu untuk memproses bilangan/angka-angka (pemrosesan numerik). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan kepada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Karena itu, manusia berusaha menciptakan suatu kecerdasan buatan untuk membuat komputer dapat memproses data input yang bersifat simbolik layaknya manusia. Dengan begitu diharapkan akan terjadi kemudahan dalam komunikasi antara manusia dengan komputer. Bahkan diharapkan semua kegiatan yang dilakukan manusia yang memungkinkan terjadinya human error akan digantikan oleh sistem komputer yang dibekali kecerdasan buatan (AI) sehingga tidak akan ada lagi kecelakaaan selama tidak terjadi kesalahan input pada komputer tersebut mengingat begitu konsisten dan presisinya pekerjaan yang dilakukan oleh komputer. Human error dapat terjadi karena hasil pekerjaan yang dilakukan manusia dipengaruhi oleh banyak faktor seperti: kondisi kejiwaan, tingkat kelelahan, keterbatasan kemampuan manusia dalam mengolah suatu permasalahan dalam jumlah yang banyak sekaligus. Sedangkan komputer akan selalu bekerja sesuai dengan program/input yang diterimanya tanpa mengenal lelah. Komputer tidak akan melalukan hal lain bila memang tidak diperintahkan demikian.
Keuntungan kecerdasan buatan dibanding kecerdasan alamiah:
• Lebih permanen
• Memberikan kemudahan dalam duplikasi dan penyebaran
• Relatif lebih murah dari kecerdasan alamiah
• Konsisten dan teliti
• Dapat didokumentasi
• Dapat mengerjakan beberapa task lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia

3.      Dampak Negatif Kecerdasan Buatan dalam Dunia Bisnis

Berikut adalah dampak negatif dari kecerdasan buatan:
·         Dengan adanya AI, semua perkerjaan manusia dapat digantikan, dengan adanya hal itu dapat menambah jumlah pengangguran.
·         Adanya Spam e-mail.
·         Manusia akan menjadi malas dalam melakukan sesuatu karena banyak pekerjaannya sudah digantikan oleh AI.
·         Untuk para ilmuwan yang terlalu terobsesi dengan AI dapat menyebabkan stress atau bahkan gila karena khayalan yang terlalu tinggi untuk membuat suatu produk AI yang menyamai kecerdasan manusia.

Referensi         :
2.      Suryadi  HS, Pengantar Sistem Pakar, Gunadarma, Jakarta, 1994



Saturday, September 26, 2015

Pengertian Enterprise Resource Planning dan Penerapannya

Tulisan Minggu 1
Andreas Mulyadi      11114133
2KA18

1.      Pengertian ERP
Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) yang ber-evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice, dan akuntansi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia.

2.      Keuntungan Penggunaan ERP

Berikut adalah keuntungan penggunaan ERP:
1.      Integrasi Data Keuangan
2.      Standarisasi Proses Operasi
3.      Standarisasi Data dan Indormasi

Berikut adalah keuntungan yang bisa diukur dari pengunaan ERP:
1.      Penurunan Inventori
2.      Penurunan Jumlah Tenaga Kerja Secara Total
3.      Peningkatan Service Level
4.      Peningkatan Kontrol Keuangan
5.      Penurunan Waktu Yang Diperlukan Untuk Mendapat Informasi


3.      Penerapan ERP Pada Perusahaan

Berikut adalah contoh penerapan ERP pada perusahaan PT. Garuda Indonesia.
PT Garuda Indonesia menggunakan ERP untuk menghubungkan dan mengsinkronisasikan tiap divisi sehingga mengurangi redudansi data, juga untuk  pelaporan pekerjaan tiap divisi ke divisi lain. Pada bagian penjualan proses dimulai dari kostumer datang, kemudian membeli tiket, kemudian memasukkan data tersebut kedalam sistem dan masuk ke dalam database kemudian muncul informasi berupa tampilan laporan penjualan pada bagian keuangan.
Modul modul yang banyak digunakan oleh PT. Garuda Indonesia :
·         SD - Sales & Distribution: membantu meningkatkan efisiensi kegiatanoperasional berkaitan dengan proses pengelolaan customer order (proses sales,shipping dan billing)
·         MM - Materials Management : membantu menjalankan proses pembelian(procurement) dan pengelolaan inventory
·         PP - Production Planning : membantu proses perencanaan dan kontroldaripada kegiatan produksi (manufacturing) suatu perusahaan.
·         QM - Quality Management : membantu men-cek kualitas proses-proses dikeseluruhan rantai logistic
·         PM - Plant Maintenance : suatu solusi untuk proses administrasi dan perbaikan sistem secara teknis
·         HR - Human Resources Management  : mengintegrasikan proses-proses HR mulai dari aplikasi pendaftaran, administrasi pegawai, management waktu, pembiayaan untuk perjalanan, sampai ke proses pembayaran gaji pegawai
·         FI - Financial Accounting  : Mencakup standard accounting cash management(treasury), general ledger dan konsolidasi untuk tujuan financial reporting.
·         CO –  Controlling  : Mencakup cost accounting, mulai dari cost center accounting, cost element accounting, dan analisa profitabilitas
·         AM - Asset Management  : Membantu pengelolaan atas keseluruhan fixedassets, meliputi proses asset accounting tradisional dan technical assetsmanagement, sampai ke investment controlling
·         PS - Project System : Mengintegrasikan keseluruhan proses perencanaan project, pengerjaan dan control
Menurut buku Enterpise Resource Planning: Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis ( Wawan, Falahah ). PT. Garuda Indonesia sendiri telah berada pada fase termination, Sehingga dapat disimpulkan penerapan ERP pada PT. Garuda Indonesia berhasil.
Referensi :

Arti Pentingnya Organisasi Dan Metode

Tugas Minggu 1
Andreas Mulyadi      11114133
2KA18

1.      Pengertian Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

2.      Manajemen Dan Organisasi

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama di satu pihak dengan tujuan pihak lain.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.

3.      Tata Kerja

Tata kerja atau metode adalah suatu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat di perlukan dapat di manfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilakukan dengan tepat pula.


4.      Hubungan Organisasi, Manajemen dan Tata Kerja

Hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah       :
·         Organisasi       : Sebagai alat bantu pencapaian tujuan dan alat bagi pengelompokkan kerjasama
·         Manajemen      : Sebagai proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia
·         Tata Kerja       : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien          



Referensi         :
1.      Widyatmini, Pengantar Organisasi dan Metode, Penerbit Gunadarma, Jakarta

Tuesday, December 30, 2014

Bentrokan GKI Yasmin


Andreas K. Mulyadi
11114133

Dalam Undang-undang Dasar Negara Tahun, Pasal 28E Ayat (1) menegaskan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Hak kebebasan beragama juga dijamin dalam Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."

Tetapi pada hari Kamis (25/12/2014) Terjadi bentrokan antara puluhan Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin. Puluhan jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor, Jawa Barat, nekat tetap beribadah di dekat gereja. Kericuhan pun terjadi karena petugas Satpol PP menghalangi mereka.

Tidak hanya Satpol PP, puluhan warga juga menolak keberadaan jemaat GKI Yasmin untuk melangsungkan ibadah. Untuk menghindari bentrokan, petugas Satpol PP dan puluhan polisi dari Polres Bogor meminta jemaat membubarkan diri. Meski mendapat penolakan, beberapa jemaat tetap melakukan doa Natal di Jalan KH Abdullah bin Nuh dengan pengawalan ketat petugas.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bogor, Hendi Iskandar, mengatakan, apa yang dilakukan oleh Pemkot Bogor sudah sesuai aturan. Pemkot telah mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menyatakan lokasi GKI Yasmin bukan tempat ibadah.

Seharusnya Bentrokan ini tidak perlu terjadi apabila semua pihak baik pihak GKI Yasmin, dan semua pihak yang terlibat menaati hukum-hukum yang berlaku. Warga sekitar pun seharusnya meningkatkan sifat toleransinya terhadap sesama agar bentrokan ini tidak terjadi lagi dimasa mendatang.


SUMBER :
http://anomalisemesta.blogspot.com/2008/05/jaminan-perlindungan-ham-untuk.html
http://www.lensanasional.com/2014/12/nekat-beribadat-jemaat-gki-yasmin.html
http://news.okezone.com/read/2012/12/25/501/736729/nekat-beribadat-jemaat-gki-yasmin-bentrok-dengan-satpol-pp